Subsidi BBM, Memperlancar atau Merusak Pembangunan Bangsa Indonesia?

Berikut ini adalah hasil salin-tempel surat elektronik yang dikirim oleh pak Tatang (dosen saya di Teknik Kimia ITB) untuk rekan-rekan sejawat beliau di BKK-PII (Badan Kejuruan Kimia - Persatuan Insinyur Indonesia). Beliau menulis opini ini (tentunya) dalam rangka menanggapi kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, serta intrik apapun yang terjadi di dalamnya.


Mengapa saya merasa perlu untuk berbagi tulisan ini? Karena saya merasa cukup banyak orang yang menolak mati-matian kenaikan BBM tanpa tahu dengan menyeluruh alasan BBM harus naik (dan sebaliknya). Saya harap tulisan ini mampu membuka pikiran orang-orang yang sudi membacanya. Selamat membaca.

Read More

zenpencils:

SOPHIE SCHOLL ‘The fire within’

oldblueeyes:

Carl Sagan: Pale blue dot (x)

(via zenpencils)

Catatan Sang Penyendiri turned 2 today!

Catatan Sang Penyendiri turned 2 today!

Mengapa saya bangga jadi Teknik Kimia

Dari Termodinamika, saya belajar tentang jarak antara ekspektasi dan realita, serta bagaimana memperkecilnya.
Dari Prokom, saya belajar bahwa kegagalan adalah landasan untuk terus mencoba hingga berhasil.
Dari Matek, saya belajar membuat solusi dengan mengkuantifikasi masalah.
Dari NME, saya belajar bahwa dalam hidup tidak ada kehilangan mutlak.
Dari PID, saya belajar bahwa tidak ada kebenaran mutlak.
Dari Kinkat, saya belajar untuk tak meninggalkan siapapun, karena kemajuan kolektif ditentukan oleh elemen yang terlambat.
Dari SU, saya belajar bahwa setiap orang hebat membutuhkan banyak orang lain dalam hidupnya.
Dari TRK, saya belajar bahwa semakin panas dan menekan situasinya, semakin cepat respon seseorang.
Dari Dalpro, saya belajar mengenali gangguan dan menyesuaikan diri dengannya, sambil menjaga nilai-nilai yang dipegang.
Dari Limbah, saya belajar bahwa tiada yang sia-sia, semua bermanfaat jika diperlakukan dengan benar.
Dari Evek, saya belajar menghargai apa yang saya miliki sekarang meskipun sedikit.
Dan akhirnya, saya belajar bahwa dari Teknik Kimia, saya belajar akan kemanusiaan. Dari Teknik Kimia, saya belajar akan kehidupan.